Yuk Bedah Teknologi Pada Mesin Yamaha R25

yzf-r3_yzf-r25_007wide

Melihat performa apik Yamaha R25 diajang YSR, IRS maupun ARRC dan bahkan Yamaha R25 juga dipercaya sebagai motor latihan untuk balap on the track di VR46 Academy, hal itu membuat saya tergelitik untuk membeberkan apa-apa saja teknologi yang disematkan pada Mesin Yamaha R25 tersebut. Artikel ini juga sebagai remainding media dan blog yang sebelumnya pernah menulis artikel tentang hal ini, juga sebagai pembanding jika penantangnya hadir.

Gambar dari google

Ilustrasi Gambar dari google

Mengusung konstruksi 2 silinder segaris DOHC 4 klep di masing-masing silinder. Karakter ruang bakarnya over bore dengan diameter piston 60 mm dan stroke hanya 44,1 mm. Yamaha R25 memiliki rasio kompresi 11,6:1 hasilnya, motor ini diklaim memiliki tenaga maksimal 35,54 dk (26,5 kW) pada 12.000 rpm dan torsi 22,1 Nm di 10.000 rpm.

Gambar dari google

Ilustrasi Gambar dari google

Intake Manifold. 
Downdraft intake manifold.
 Adalah sudut vertikal tajam ke bawah, sehingga aliran campuran bensin dan udara lebih deras.

Throttle body 32 mm

Progressive Puley. Puli di throttle body berbentuk oval sehingga output power lebih smooth, karena bukaan katup tidak langsung berbarengan dengan bukaan gas

12 hole injector  di masing-masing silinder.

?

Ilustrasi gambar dari google

Valve System.

DOHC

Direct-drive camshaft. Adalah Katup yang memakai sistem kem langsung menonjok klep yang dibantali tapet dan shim

Narrow valve angle ( in 12,75° sedang ex 13,5°)

Half-nut tensioner. Untuk menjaga gerakan kem, keteng ditekan oleh half nut tensioner

Ilustrasi gambar dari google

Ilustrasi gambar dari google

Combustion Chamber. 
DiaSil Cylinder & Forged piston. 
Pada ruang bakar, piston aplikasi tipe forged dipadu DiASil Cylinder

Offset Cylinder. Berfungsi untuk untuk mengurangi gesekan.

Ilustrasi gambar dari google

Ilustrasi gambar dari google

Crankshaft.

Carburized Quenching Connecting Rods. Pada mesin yang memiliki power besar dibutuhkan connecting rods yang kuat.

180° Crankshaft. crankshaft (kruk as) yang diadopsi R25  menggunakan posisi 180°, artinya piston berada di TMA dan TMB secara bergantian. crankshaft ini menghasilkan power yang besar namun minim pumping lose, sehingga output jadi lebih maksimal.

1- Shaft balancer.  crankshaft ini dibekali 1 shaft balancer, balancer dengan satu poros sehingga kompak dan ringan.

Ilustrasi gambar dari google

Ilustrasi gambar dari google

Crankcase.

Upper lower crankcase. Ini menjadi salah satu bagian yang unik dari mesin Yamaha R25, Berbeda dengan motor dikelasnya yang jika crankcase dibongkar maka crankcase terdiri bagian kanan dan kiri, nah…. di Yamaha R25 jika dibongkar crankcase menjadi atas dan bawah.

Deep Bottom Oil Pan.  Nah… yang ini diadopsi dari teknologi MotoGP, penempatan pompa oli pada posisi paling rendah, sehingga saat akselerasi maupun deselarasi oli tetap terisap maksimal, dengan kata lain ini berguna untuk mencegah adanya gelembung udara yang mengakibatkan pelumasan berkurang.

Water pump & oil pump integrated with cover crankcase. Mesin menjadi lebih compact karena tidak memakan banyak space.

Pipeless cooling system. Dengan ini pendinginan lebih optimal karena jalur pendinginan lebih pendek.

Semoga bermanfaat…

Share Button

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *