Pengalaman Mencoba Riding Analyzer Milik Yamaha Racing Factory Indonesia di Sirkuit Sentul, Belajar Banyak

DSC_2269

Setelah 2 minggu beradaptasi dengan Yamaha R25 dalam aktivitas sehari-hari, akhirnya tiba juga waktu yang dinanti-nanti. Tepat dihari sabtu lalu pukul 07:40 saya bergegas mengenakan racing suit, ditemani oleh pak Ridwan dan om Setyo ahlinya Safety Riding dari YRA 😀 . Jadwal turun kelintasan masih 20 menit kedepan, kami manfaatkan untuk pemanasan dan briefing.

13087734_1839020426326044_4964689108540229682_n

Setelah Semuanya siap kami pun bergegas naik diatas Yamaha R25 yang sudah dibenamkan teknologi riding analyzer, kru dari paddock Yamaha Racing Factory Indonesia memberikan beberapa instruksi kepada kami perihal jalannya tes riding analyzer ini. Saya masuk kedalam lintasa persis dibelakang Om Setyo sebagai mentor saya hehehe 😀 .

13091923_1839020506326036_6000347917400783474_n

Ini adalah pengalaman pertama kali saya turun ke Sentul International Circuit dengan motor sport 250cc, dan hasil dari 5 lap ini pun dianalisa habis-habisan oleh teknologi riding analyzer dimana teknologi ini sengaja dibuat untuk mengetahui skill rider diatas lintasan. Dengan berbekal training singkat dari instruktur YRA, dan pengalaman bermain video game balap motor :)) , dan skill jalanan alakadarnya saya beranikan diri untuk mencoba.

DSC_2371

Oke lap pertama dimulai saya masih mencoba untuk mengenal lintasan sikuit Sentul, Om Setyo didepan kelihatannya masih menahan laju motornya seperti segaja ingin menuntun saya dari depan. Beliau menunjukan teknik-teknik body positioning, body moving, titik pengereman yang pas. Lap pertama usai masuk stright  Om Setyo mulai memacu motor lebih kencang, melewati beberapa tikungan.. wah mulai hilang dari pandangan tuh. Pak Ridwan pun muncul dari belakang dengan cepat, beberapa kali menunjukan teknik cornering kepada saya.

Lap 3, lap 4 dan terakhir lap 5, sepanjang berada dilintasan saya tidak berani memacu R25 secara total dikarenakan masih meraba titik-titik pengereman yang pas, terbukti beberapa kali kelewatan dan ban sempat sliding. Namun karena biasa melihat video game dan nonton balap hehehe, saya cukup familiar dengan racing line yang pas.

Berikut rekaman saat disirkuit Sentul

5 putaran usai kami semua masuk ke pit 29, ini kok jadi deg-degan gini sih ya mau lihat hasil riding analyzer. Pak Ridwan bersama Mr.Hajime Yoshikura San, staff dari Yamaha Motor Company, sedang asyik mengupas hasil riding analyzer di notebook. Penasaran saya hampiri saja ternyata beliau sedang mengupas data yang tercatat di riding analyzer, dan itu adalah data kepunyaan saya. Wah… saya merasa malu sekali karena dari 4 kolom pengkotakan skill saya berada disisi bawah dalam konteks ini saya asumsikan buruk.

13076781_1839020582992695_1688575283501591043_n

Saya coba tanyakan kembali dari awal kepada Mr.Hajime Yoshikura San, bagaimana hasil analisa dari skill berkendara saya diatas Lintasan sirkuit Sentul, tidak lupa saya berikan note ini adalah pengalaman saya pertama kalinya hehehe. Mr.Hajime Yoshikura San menjelaskan kepada saya, bahwa racing line saya sudah bagus sekali hanya saja saya tidak mengeluarkan tenaga motor 100% dan teknik pengereman belum benar, itulah mengapa dalam kolom pengkotakan skill saya masih berada dibawah akibat lap time yang buruk.

Setelah berulang-kali Mr.Hajime Yoshikura San melihat hasil dari riding analyzer kepunyaan saya, beliau pun memberikan advice kepada saya untuk melakukan perbaikan dibeberapa sektor. Poin pertama agar saya dapat memacu lebih cepat motor diatas lintasan dan jangan ragu untuk membuka gas lebih dalam lagi khususnya di-stright, hal ini terbukti dengan data yang tercatat di-stright saya hanya menggunakan 10.100rpm dari 14.000rpm yang tersedia, artinya masih ada 3.900rpm yang belum saya eksplore. Top speed pun hanya tercatat diangka 136km/jam padahal pak Ridwan yang masih belum ngotot-ngotot amat tembus diangka 176km/jam hehehe, saya masih menahan diri dan juga belum hafal titik pengeraman yang pas soalnya.

Poin yang kedua beliau menyampaikan gunakan rem depan lebih aktif lagi, dari data yang tersaji sama sekali saya tidak menyentuh rem depan dan terlalu dalam menekan rem belakang sehingga banyak waktu yang terbuang akibat titik pengereman yang jauh. Beliau bilang gunakan rem depan agar titik pengereman menjadi lebih dekat dan untuk naik ke top speed jadi lebih cepat.

Dari 5 lap yang ditempuh tercatat saya tidak pernah keluar dari racing line dan Mr.Hajime Yoshikura San, berujar “but… good riding!”. Hehehehe… saya diberikan 2 advice oleh beliau, dikesempatan selanjutnya buka gas dalam-dalam atau bahasa gaulnya gas pooollll 😀 , dan gunakan rem depan.

Video Diskusi dengan Mr.Hajime Yoshikura San

Begitulah pengalaman saya bersama Yamaha R25 yang sudah dicangkokan teknologi riding analyzer. Sebagai blogger yang pertama kali menggunakan riding analyzer, saya cukup senang sekali mendapatkan banyak pelajaran penting. Ternyata skill saya masih jauh dibawah rata-rata.. buka gas aja malu-malu dan rem depan mubazir ga dipakai hehehe. Tapi enggak apa-apa, toh jadi tahu kan apa yang harus diperbaiki dan mana yang harus dipertahankan. Akibatkan 2 hal itu lap time jadi melorot, bayangkan saja saya hanya dapat membukukan catatan waktu terbaik diangka 2:30.50 😀 . Setelah tahu sektor-sektor mana saja yang harus saya perbaiki, target selanjutnya apabila ada kesempatan ingin tembus diangka 1:59:00 hehehehe.

DSC_2461

Oh ya buat teman-teman yang masih bingung apa itu riding analyzer silahkan klik disini. Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman instruktur YRA yang sudah sudi menjadi mentor saya, dan juga tidak lupa kepada Yamaha Racing Factory Indonesia yang sudah mau memberikan kesempatan mengunakan unit Riding Analyzer.

Semoga bermanfaat… 🙂

Share Button

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *