Saat Robot Lain Baru Bisa Belajar Menendang Bola, Yamaha Motobot Mampu Memacu Yamaha R1M Diatas Lintasan

Yamaha-Motobot-closeup-Getty-1200x799

Masih lekat diingatan satu adegan keren di film Terminator Salvation, yakni saat Moto-Terminator beraksi. Ada cuplikan seru saat robot dapat mengendarai sepeda motor, wah… “Apa iya robot bisa mengendarai sepeda motor?” gumam saya kala menonton film itu ditahun 2009 silam. Nah… Belakangan ini lagi rame-ramenya bahas Motobot Meet The Doctor, saya coba browsing-browsing dan merunut-runut ternyata project motobot sudah memasuki tahap kedua. Sampai ada satu artikel dari asphalt and rubber menarik perhatian saya,  yups.. Artikel yang berjudul “The Three Reasons Why the Yamaha Motobot Is the Most Important Thing You’ll Read Today”.

yUXTjjROS5PmPVu

Mengutip dari artikel itu dapat saya ketahui, bahwa Yamaha memang sedang mendevelopt robot yang dapat mengendarai sepeda motor. Memang kedengarannya agak menakutkan ya hehehe, tapi… Mari kita jujur saja deh, ini tuh keren banget! 😀 Agar semakin menggebrak, Yamaha bermain dengan Motobot dengan sedikit selera humor.  Membangun robot yang bisa menantang Valentino Rossi,  dan membisikan bahwa suatu saat robot ini akan mengalahkan Sang Juara Dunia MotoGP sebanyak 9 kali ini.

Yamaha Motobot merupakan hal yang sangat penting untuk banyak alasan mendasar yang kurang jelas dari apa yang telah mencuat dipermukaan. Berikut penjelasannya:

Yamaha Motobot > ASIMO

Pertama , Yamaha Motobot adalah serangan langsung pada Honda , yang mana telah mengerjakan ASIMO selama 16 tahun sampai dengan sekarang . Sementara setiap insinyur robotika dapat memberitahu Anda bahwa ASIMO beberapa tahun berada di depan Motobot dalam hal menyelesaikan tugas-tugas yang kompleks. Namun dalam perjalanannya ASIMO telah lambat untuk berkembang.

Setelah itu semua , ASIMO hanya belajar bagaimana caranya untuk menendang sepakbola pada beberapa tahun silam..  tugas yang sangat sulit, namun hal itu agaknya dapat dilakukan lebih cepat oleh satu anak kecil yang terlatih. Ada juga sedikit kegagalan ASIMO yang diketahui publik, saat gagal terjatuh menaiki dan menuruni anak tangga.

Yamaha Motobot mengambil langkah efektif guna menghadapi Honda ASIMO dengan cara mengambil tugas yang dianggap lebih kompleks . Kira-kira gambarannya begini, mengendarai sepeda motor itu cepat, Berarti Motobot itu cepat. Berjalan itu lambat, berarti ASIMO itu lambat. Sudah paham kan maksudnya.

Autonomous Vehicles

Debut pertama Motobot di Tokyo Motor Show, itu sangat penting. Lalu kita juga dapat menitik beratkan lokasi dimana Yamaha melakukan pengujian Motobot yang ditunjukan kepada kita. Alameda, California – dengan latar belakang pemandangan San Francisco. Pangkalan Udara Angkatan Laut Alameda, kini sudah dipensiunkan dari tugas militer, menyajikan tempat yang bagus untuk mengetes unit di tempat terbuka. Video pertama Motobot difilmkan disini, itu juga artinya disini adalah tempat pertama kalinya autonomous vechicle menerima perintah untuk berkendara.

 Yamaha-MotoBot-Concep-To-The-Doctor

Itu adalah catatan tentang Yamaha yang mendevelopt Motobot di San Francisco Bay Area. Bukan hanya dikerjakan oleh engineers perusahaan yang memang khusus menangani project seperti ini, tapi Yamaha juga memposisikan diri untuk masuk kedalam komunitas teknologi yang berlimpah di Northern California .

Google and Tesla, dua perusahaan di Silicon Valley, yang mana bukan rahasia lagi… telah berhasil membuat project autonomous vehicle milik mereka. Dan bahkan Apple kuat dirumorkan sedang mengerjakan autonomous vehicle sendiri. Sementara perusahaan-perusahaan yang berfokus pada ( B2C ) produk bisnis – ke – konsumen , ada potensi besar untuk ( B2B ) mengaplikasikan bisnis – ke-bisnis . Pada dasarnya , bayangkan semi- truk mengangkut beban non -stop.. Karena truk tersebut tidak menggunakan supir yang dapat mengalami kelelahan.

Untuk menjalankan tugas singkat , sepeda motor dan bahkan drone mungkin masih masuk akal , membuat teknologi sepeda motor self-driving berpotensi menguntungkan. Yakinlah , suatu hari Motobot tidak akan memiliki fitur berwujud mirip manusia, itu hanya akan menjadi sepeda motor.
Rider Dynamic

Revolusi autonomous mungkin saja lebih dekat dari apa yang kita kira, namun itu masih beberapa tahun kedepan, seperti yang sudah diprediksi oleh algorima tentang traffict dan keputusan pengambilan resiko untuk melanjutkan pengembangan, dan kemampuan untuk mengendalikan semua aspek kendaraan ( brake-assist, adaptive cruise control, automated steering, dll).

Sebelum kita membuat robot yang mempelajari  bagaimana caranya menyeimbangkan sepeda motor, apex, mengerem, wheelie, pertama kali yang harus kita pelajari adalah tentang rider dynamics, dan itu sangat bernilai.

Pabrikan seperti Honda dan Yamaha telah belajar hal penting tentang bagaimana membuat sepeda motor mencapai potensi maksimumnya. Pada kenyataannya, regulasi di MotoGP secara spesifik didesain untuk mengurangi  kemampuan campur-tangan engineers membuat pengaruh pada traction dan stability control, meskipun tim balap juga dapat menemukan cara cerdik diseputar regulasi tersebut.

 Screen_Shot_2015-10-28_at_11.12.35_AM.0.0

Satu hal yang tidak bisa diperhitungkan oleh tim balap yakni dari sisi rider. Secara fisik tim dapat melakukan setup  sepeda motor mereka sehingga dalam teori mereka harus menyediakan waktu hingga lap akhir , hanya untuk menanti pembalap kembali ke pit dan mengatakan semua setup salah. Ini karena berasal dari sisi komponen manusiadalam mengendarai sepeda motor, sebuah komponen yang hanya sedikit kita ketahui.

Dengan semua perangkat telemetri yang tersedia di tim, data analisa yang kongkrit dan mengekspresikan apa yang dilakukan sepeda motor secara fisik, kami tetap hanya memiliki pemahaman yang amat miskin tentang apa yang dilakukan oleh rider terhadap sepeda motor. Ini karena mengendarai sepeda motor secara cepat merupakan analisa yang sangat subjective yang mana hanya bisa difikirkan didalam paddock oleh orang yang benar-benar ahli.

Dengan demikian, memahami dinamika pengendara yang mengendarai sepeda motor secara maksimal adalah sebuah batas yang besar berikutnya untuk MotoGP dan kelas balap motor lainnya. Bagaimana cara untuk mengetahui Valentino Rossi, Marc Marquez, atau Jorge Lorenzo telah benar-benar mengendarai sepeda motor sampai pada batasnya?  Kita akan mendapatkan jawabannya dikemudian hari, terima kasih Motobot.

Pada saatnya, ini hanya persoalan logika untuk percaya bahwa engineers akan mampu untuk mengatakan kepada riders apa yang mereka butuhkan untuk mengendarain sepeda motor sampai pada titik maksimal, bukan lagi riders mengatakan kepada tim apa yang mereka butuhkan untuk lebih cepat lagi. Ini akan menjadi hari yang sangat menarik.

Summation

Saat ini Yamaha Motobot mungkin tidak lebih dari mainan remot kontrol yang sangat mahal dan rumit, namun ini akan memberikan dampak yang besar bagi industri, untuk dunia balap sepeda motor, dan untuk masyarakat pada umumnya. Yamaha dapat belajar hal penting dari project ini, dan keuntungannya dapat dilanjutkan untuk membuat sepeda motor yang lebih baik untuk dikendarai oleh anda dan saya.

oleh karena itu, ingat hari ini: hari dimana semua akan mulai untuk berubah. Jika anda tidak percaya saya, cukup baca kalimat terakhir  saat Yamaha melakukan press release Motobot:

“We want to apply the fundamental technology and know-how gained in the process of this challenge to the creation of advanced rider safety and rider-support systems and put them to use in our current businesses, as well as using them to pioneer new lines of business.”.

Demikian penjelasan mengenai betapa pentingnya project Motobot ini.

Mohon maaf jika ada keterbatasan saya dalam menerjemahkan artikel dari asphalt and rubber. Semoga bermanfaat… 🙂

Sumber http://www.asphaltandrubber.com/oped/yamaha-motobot/

Share Button

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *