Berguru di Yamaha Riding Academy, Pentingnya Mengasah Skill Berkendara!

DSC_3391

Hari sabtu lalu waktu YSR Seri Terakhir digelar, saya datang bersama teman-teman ngeblog yakni Mas Huda, Mas Rudi Antoni dan Mas Putra. Hari itu adalah jadwal sesi kualifikasi, sekitar jam 9 pagi kami sempatkan datang ke lokasi arena Yamaha Riding Academy.  Saat itu Kru Yamaha Riding Academy sedang melakukan setup track fun riding.

Jam 3 sore ketika terik matarhari mulai meredup kami kembali ke area Yamaha Riding Academy, wah… track fun riding sudah siap tuh hehehe 😀 . Saya ajak teman-teman ngeblog untuk berkenalan dengan Om Setyo beserta seluruh kru YRA. Setelah beberapa unit Yamaha Xabre, beserta helm, gloves dan protector siap untuk digunakan, saya meminta ijin kepada sesepuh YRA 😀 Om Setyo untuk memberikan kesempatan kepada saya dan teman-teman ngeblog untuk belajar di track Fun Riding.

DSC_3398

Baru saja saya meminta ijin ternyata teman-teman sudah nyolong start duluan, terlihat mas Huda, mas Rudi dan mas Putra sudah ready full riding gear diatas Yamaha Xabre 😀 . Saya dan Om Setyo masuk kedalam lintasan fun riding dengan berjalan kaki, teman-teman pun satu persatu masuk kedalam garis start lintasan dengan Xabre yang sudah terpasang muffler Sakura. Maksud hati mau dicoaching dulu dari om Setyo pakarnya dari YRA, namun sepertinya sudah pada enggak tahan banget dan mereka pun langsung tancap gas! saya dibuat geleng-geleng oleh tingkah mereka 😀 .

Masuk ditrack lurus semua gas pol habis deh, namun ketika masuk tikungan pertama sudah lain ceritanya hehehe. Mas Huda berbelok dengan malu-malu, mas Putra masuk tikungan dengan gaya tegaknya hehehehe, mas Rudi yang aktif di komunitas cornering masih cukup kesulitan bermain di lintasan fun riding. Kira-kira 20 menit mereka asyik bermain dilintasan aspal berpasir, kemudian om Setyo masuk kedalam. Satu persatu teman-teman diovertake hehehe, mas Putra yang paling epic loh 😀 dilibas ditikungan pertama bukannya fight namun mas Putra memilih untuk minggir hehehe 😀 .

Apa kata mereka? yuk simak…

DSC_3381

Mas Huda pemilik blog choirilmoto.com, orongorong.com, ongolongol.com

“Ya awalnya rada ngeri juga karena berpasir pasti licin aspalnya dan kurang feelnya karena pakai skutik terus. Padahal menurut ane juga sudah benar namun ane akui ane rada takut karena pasir ( takut jatuh ) antara malu dan ganti.” ujar mas Huda. Wah.. saya koreksi ya jawaban takut jatuh nanti disuruh ganti, waktu awal jalan sudah saya info gapapa kalau jatuh bebas enggak kena ganti. Fix ya itu jawaban ngeles 😀 .

DSC_3377

Mas Rudi Antoni pemilik blog rudysoul.com

“waktu main di YRA sayangnya jajal sekali waktu sabtu sore itu bro,hari minggu gak sempat nyobain. Main di Track Fun Riding YRA ternyata sulit juga, padahal waktu  melihat sepertinya gampang banget, tapi pas nyoba sendiri susah.” Ujar Mas Rudi Antoni yang juga aktif di komunitas cornering.

DSC_3379

Mas Putra pemilik blog thedoctormotorid.wordpress.com

“Teori itu perlu, sebelum Praktek penting. Di YRA diajarkan apa yang selama ini dicari, walaupun hanya 20 menit namun itu bermanfaat untuk ane dalam berkendara. Mengetahui cara berbelok dalam kecepatan yang stabil atau full speed. Percaya diri melibas jalanan yang tidak rata atau bergelombang. Posisi riding dan yang terpenting paham apa itu eye point. Thanks Yamaha, Bravo YRA”. Ujar mas Putra yang juga aktif dikomunitas Ravens.

DSC_3402

Kemudian kami semua mendengarkan coaching dari om Setyo dengan seksama, beberapa point penting dijelaskan oleh beliau berdasarkan evaluasi dari kemampuan berkendara yang ditunjukan oleh teman-teman barusan. Pertama body moving, saat membuka gas badan harus dicondongkan kedepan guna mengantisipasi hentakan dari tenaga yang dikeluarkan oleh mesin. Begitu pula saat hendak melakukan pengereman, posisi badan digerakan kebelakang guna mengantisipasi dorongan saat proses pengereman. Lalu juga soal kepercayaan diri saat berkendara, hal ini penting karena jika kita berkendara dengan rasa takut maka d imedan bagaimanapun  pasti tidak akan stabil. Selanjutnya mengenai kapan saat yang tepat kopling itu digunakan, kopling hanya digunakan saat mengganti transmisi, saat motor akan berhenti dan situasi yang memang mengharuskan menggunakan kopling seperti berada dikemacetan, atau melewati jalan ramai seperti pasar,dll. Hal ini sejalan dengan prinsip safety riding, saat berkendara jari jemari tidak perlu standby pada tuas rem maupun kopling.  Jadi saat memasuki tikungan tidak perlu sampai menekan kopling, cukup gunakan nafas mesin yang tersisa saja sudah bisa kok sampai keluar tikungan.

DSC_3403

Pandangan saat masuk dan keluar tikungan juga tidak kalah penting, istilah singkatnya yakni “eye point”. Saat masuk tikungan arahkan pandangan kejalan yang dituju berikutnya bukan menatap sebatas yang terlihat didepan, tengok dan lihat maka secara otomatis arah motor akan mengikuti kemana mata memandang. Karena apa yang kita lihat dengan yang digerakan oleh tangan akan singkron.

Well, ternyata masih banyak teknik-teknik berkendara yang belum kami pahami dan kuasai dengan baik. Tentunya hal itu sangat bermanfaat bagi kami untuk diterapkan saat berkendara sehari-hari. Special thanks for Yamaha Riding Academy yang sudah sudi menuangkan ilmu berkendara yang baik dan benar kepada kami.

Bonus video demo saat ahlinya safety riding berada dilintasan fun riding, asik banget dilihat!

Thanks for reading… 🙂

Share Button

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *