First Ride Yamaha R6, Benar-Benar Motor Yang Didesain Murni Untuk Balap!

 

Sabtu pagi, sekitar jam setengah 7 saya berangkat dari Jakarta dengan arah tujuan ke Sentul International Circuit. Karena sudah tahu mengenai panasnya mesin motor ini akibat kompresi yang menyentuh angka 13,1:1 . Saya pun enggak mau ada “pisang” panggang selama perjalanan nanti hehehe ๐Ÿ˜€ . Berbekal Celana 3 lapis saya rasa sudah cukup untuk meredam panas mesin.

Saat lawan main dikelasnya masih berfikir soal pertimbangan untuk mengkombinasikan pemakaian harian dan race track, Yamaha R6 justru dibangun dengan tanpa kompromi sedikitpun soal itu. Yamaha R6 dibangun pure DNA sepeda motor yang race track oriented. Jadi enggak heran awal-awal mengendarai R6 itu terasa capek, iya… . Posisi stang persis dibawah triple clam, posisi jok lebih tinggi dari stang. Namun setelah jalan bareng selang beberapa puluh menit, sudah mulai bisa beradaptasi dan mulai menyatu dan sudah mengenal bagaimana karakter motor ini.

DSC_3194

Karena hari libur dan masih pagi sekali, kondisi jalan saat itu terpantau cukup lengang. Itu artinya saya dapat mengeksplorasi kenikmatan berkendara bersama si race track oriented motorcycle dengan lebih leluasa.Diputaran bawah karakter mesinnya masih tergolong smooth, ya.. Saat hendak berjalan hanya cukup membuka kopling perlahan motor sudah melaju. Posisi gigi 1 Dibantu dengan sedikit saja putaran gas sudah bisa stabil bermain diangka 70KM/H. Sangat membantu sekali saat ingin berjalan santai, atau berada di tengah kepadatan arus lalu lintas. Tidak seperti MT-09 dimana torsi siap menjambak anda direntang RPM manapun ๐Ÿ˜€ . Setelah tahu karakter putaran bawah, kali ini saya mencoba untuk masuk ke RPM tengah, kisaran 8000an suara yang tadinya sopan mendadak menjadi sangar. Ini efek dari teknologi knalpotย  yang mengadopsi sistem smart valve, dimana katup akan membuka sesuai dengan putaran mesin. Dari apa yang saya alami, memuntahkan power secara spontan merupakan perkara mudah sekali, dibantu denganย  Teknologi YCCT (Chip controlled throttle) dan Yamaha Chip Controlled Intek ( YCC-I )ย  membuka gas sedikit lagi lebih dalam, seketika tenaga yang keluar tersalurkan secara sporadis. Beruntung body moving sudah saya terapkan, dengan badan yang condong kedepan mampu mengantisipasi muntahan power yang keluar secara bringas. Oh ya… Jangan harap ada campur tangan traction control dan ABS dimotor ini ya hehehe ๐Ÿ˜€ . Dengan power mencapai 123,7PS, maka bijak-bijaklah dalam mengendalikan Yamaha R6.

DSC_3193

Putaran atasnya bagaimana? Waduh, enggak berani saya hehehe jalan umum soalnya. Santai begini aja gigi 2 sudah tembus diangka 140KM/Jam ๐Ÿ˜€ . kalau merujuk review dari MCN, performa putaran atasnya adalah bagian terkuat dari Yamaha R6 sendiri. Berikut kutipannya.. “Top end performance was the Yamaha R6โ€™s strong point and still is. But with updated ECU and fuel injection, the highest ever compression seen on a Yamaha and variable height inlet trumpets (as used on this yearโ€™s R1), the R6โ€™s midrange drive has been propped up. Not that there was a reliability issue with the R6, but Yamaha has revised various internals (camchain tensioner, oil-ways on the rods etc) to deal with the high rpm live it leads.”ย  link artikelnya klik disini.

Melahap tikungan diatas Yamaha R6 merupakan hal yang mengasyikan, dengan bobot yang ringan dan sasis yang stiff didukung dengan paket keseluruhan yang memang race track oriented membuat sepeda motor ini begitu lincah sekali. Mengayun mengikuti arah jalan berbelok bersama R6 merupakan hal yang sangat menyenangkan sekali. Handlingnya benar-benar tajam banget pokoknya.

DSC_3625

Pengereman bawaan juga oke punya, mau jalan basah atau pun kering, saat sudah saling mengenal meski tanpa ABS saya sudah merasa pede sekali menggunakan rem saat dibutuhkan. Begitu pula dari sisi suspensi depan dan belakang,ย settingan standarnya berada pada level antara sisi kenyamanan dan sport. Dipakai untuk riding harian cukup nyaman. Untuk pemakaian di sirkuit, suspensi depan dan belakang bisa disetting dengan 4 stelan (preload, rebound and high/low-speed compression).

Memang dasarnnya ini motor turunan langsung dari motor balap ya…. Ada sisi enggak enaknya ๐Ÿ˜€ . Waktu sepulang makan malam di Hotel Lorin Sentul, sekitar jam setengah 8 malam. Masuk Kawasan Cibinong kondisi jalan macet parah, disini penyiksaan dimulai… Panas mesin terasa kuat sekali, ditambah dengan hembusan hawa dari fan yang keluar dari sela-sela fairing. Setengah jam masih berkutat dikemacetan, panas mesin mulai naik merambar ke rangka dan tangki bagian bawah dekat jok. Wah… Ini padahal saya sudah pakai celana 3 lapis, tapi kayaknya kalau dilanjutin bakal ada pisang panggang nih hahahaha ๐Ÿ˜€ .Yasudah, Walhasil saya pun menepi diminimarket. Wah.. Serasa habis kehujanan kalau dilihat orang, baju, kepala basah semua. Basah keringat loh. Lumayan lah 1 jam selonjoran diteras minimarket sambil banyak minum air putih. Setelah arus mencair, sekitar jam 9 malam saya lanjutkan perjalanan lagi.

DSC_3430

Well, demikian pengalaman saya riding bareng Yamaha R6. Pengalaman yang enggak akan terlupakan. Terima kasih saya ucapkan kepada PT.YIMM yang sudah percaya meminjamkan Yamaha R6 kepada saya. Terima kasih juga kepada Yamaha FSS Jakarta yang sudah sudi menerima pemulangan unit tersebut dengan ramah.

Yuk diisi kolom komentarnya..

Thanks for reading….. ๐Ÿ™‚

Facebook Comments
Yuk bagikan artikel ini...

13 tanggapan untuk “First Ride Yamaha R6, Benar-Benar Motor Yang Didesain Murni Untuk Balap!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *