Kupas Tuntas Honda CBR250RR, Sport 250cc 2 Silinder yang Benar-Benar Tampil All Out!

13626971_10154394848193139_4615813886739384835_n

Gimana guys? sudah lihat kan foto-foto Honda CBR250RR? yups… Honda CBR250RR hadir dengan beragam penyempurnaan dari produk yang sudah ada dikelasnya. Adalah sesuatu yang wajar agar produk terbaru jelas memiliki suatu value yang belum ada pada rival yang sudah lahir lebih dulu. Melihat desain secara keseluruhan patut diacungi jempol, nampak sporty habis dan kesan modern sangat kental terasa. Perhatikan desain headlamp dimana posisi lampu menyipit dibawah dan lampu sein menyatu dengan DRL, sudah deh ngaku aja memang keren kan? πŸ˜€ .

13620754_10154394848258139_2642097094600580804_n copy

Suspensi depan yang sudah menganut model USD jelas ini adalah value “penyempurnaan” yang enggak ditawarkan produk sekelas yang sudah ada, great job.. benar-benar all out guys! Begitu pula penggunaan piringan cakram yang besar dan bentuk yang menarik melengkapi tampilan “sempurna” diarea roda depan.

13645291_10154394845798139_3270487215464823620_n

Masuk kearea panel dashboard, bentuk yang sporty ditambah dengan penggunaan negative LCD screen dihiasi dengan warna-warni simbol-simbol indikator yang ada membuat area dashboard sangat enak untuk dilihat. Tapi jangan gagal fokus ya guys hehehe, bukan soal LCD-nya yang menjadi pokok pembahasan saya kali ini melainkan fitur 3 ride mode yang disuguhkan pada Honda CBR250RR ini. Yups, lagi-lagi Honda memberikan fitur “penyempurnaan” yang patut diapresiasikan. Tuh nampak jelas terlihat teks “3 ride modes” pada panel dashboard, confirm ketiga pilihan itu ada mode Comfort (kemungkinan fokus pada kenyamanan berkendara dan konsumsi BBM), lalu ada Sport (mungkin untuk aggressive riding, speed acceleration) dan yang terakhir sport plus (mungkin untuk output power yang lebih “nampol” lagi). Sepertinya fitur ride mode ini sengaja dicangkokan di CBR250RR untuk menyikapi keluhan boros dikelas 250cc twin cylinder, meskipun sebenarnya kalau boleh saya bilang dikelas ini user enggak lagi terlalu ambil pusing soal tingkat keborosannya πŸ˜€ .

IMG-20160725-WA0068 copy

Throttle By Wire juga fitur unggulan yang dicangkokan pada Honda CBR250RR, disini saya enggak akan menjelaskan secara teknis mendetail, namun secara sederhana dapat saya sampaikan bahwa throttle by wire adalah handle gas tanpa disertai kabel, yups… sudah menggunakan sensor ke ECU dan ini merupakan hal umum pada kelas supersport. Pada Yamaha R6 sendiri throttle by wire gunanya untuk buka-tutup intake low dan high speed secara elektonik, pasti di CBR250RR dipasang juga karena ada tujuannya. Yah… mungkin untuk handling atau lainnya seperti traction control misalnya, karena secara cost tentu menjadi percuma dipasang sebuah fitur tanpa tujuan berarti. Lebih jelasnya teman-teman bisa membaca artikel informatif milik juragan Rudi Triatmono, klik disini.

13769419_10154394756998139_8409966743073379382_n copy

Bicara soal mesin, nampaknya Honda CBR250RR enggak hanya menjual tampang saja. Terlihat dari spesifikasi yang ada bisa dibilang power mesin hampir mirip-mirip dengan Yamaha R25 yang bertengger diangka 36HP, agaknya sektor mesin Honda CBR250RR ini terlihat lebih short stroke. Dari hasil mengulik-ngulik tim balap saat hadir di acara YSR info yang saya terima power Honda CBR250RR ini bermain diangka 38HP. Kalau ditilik dari angka diatas kertas displacement CBR 62.0 X 41.4mm sedangkan R25 diangka 60.0X 44.1mm, tuh kan… CBR250RR lebih short ya guys. Kompresi R25 berada diangka 11.6:1 sedangkan CBR250RR diangka 11.5:1, wow… sepertinya hanya selisih di chamber head dan piston crown profile.

13782139_10154394756793139_8523487243260213236_n

Silahkan dilihat deh guys, CBR250RR menggunakan piston forging dengan iron coating diposisi skirtnya. Sedangkan cylinder-nya terbuat dari besi (iron) + sleeve Nikasil (thanks Om Doni atas koreksinya), ada special coating di piston forging CBR250RR (semacam scracth protector).

13606912_10154394844243139_6504972834564292462_n

Tinggal material Β cylinder head milik CBR250RR saja nih guys yang belum kelihatan,Β namun sebagai pembanding dari produk yang sudah ada sebelumnya yakni Yamaha R25 sudah mumpuni dengan menggunakan material Β alumunium alloy dengan campuran CU.

IMG-20160725-WA0082

Mesin Yamaha R25

Kalau dilihat dari beberapa gambar yang ada, disektor mesin nampaknya kombinasi yang dimiliki oleh R25 (DiAsil dan Forged Piston) masih lebih unggul untuk segi heat dissipation, karena DiAsil pada cylinder Yamaha R25 menyatu sehingga lebih senyawa, ujung-ujung menghasilkan pelepasan panas yang lebih baik dibanding yang masih model sleeve. Oh ya, untuk material yang saya tulis disini masih harus dicomform kebenarannya πŸ™‚ .

13781833_10154394755978139_6544712601711017274_n

Hadir dengan segudang fitur dan penyempurnaan dari produk sebelumnya, bukan berarti Honda CBR250RR ini tidak memiliki kekurangan atau pun tantangan. Bicara pengguna sepeda motor dikelas sport 250cc twin cylinder enggak bisa dianggap sepele, boleh dibilang dikelas ini para pengguna berada pada level “gatel” untuk melakukan modifikasi. Apabila pemilik Honda CBR250RR tersebut menggunakan perangkat ECU racing, disini ride mode menjadi titik lemah yang jelas tersorot. Yups… secara otomatis fitur ride mode tidak bisa digunakan. Hal tersebut di-amini oleh bro Benny Saputra pemilik One3 Motoshop, “nah betul, kalau ganti ECU Racing pasti loss.. enggak mungkin juga ECU racing menyediakan 3 mode” ujar beliau kepada saya disela-sela kesibukan acara world premiere Honda CBR250RR.

13782175_10154394757088139_252970860956969673_n

Kendala berikutnya adalah persoalan harga OTR Honda CBR250RR, untuk para komunitas racing enggak flexible terhadap harga, karena cenderung lebih sering rusak. Sudah begitu kalau boleh saya bilang PR terbesar AHM adalah soal ketersediaan part racing dari Honda CBR250RR itu sendiri.

13615223_10154394845853139_7383830308090612771_n

Dengan baru dan sudah tersebarnya jaringan Wing Β yang sudah ada pun bukan berarti permasalah sudah selesai sampai disitu. Pertanyaan yang timbul apakah Wing bisa se-reilable R Shop seperti DDS di Yamaha? FYI dilevel premium kedekatan dengan komunitas dan mampu memotong birokrasi kayaknya itu merupakan PR yang amat besar πŸ˜€ .

Well, demikianlah pembahasan kali ini seputar Honda CBR250RR. Ternyata ada untungnya juga ya guys… ikut acara-acara edukasi teknik, jadi rada pinter sedikit hehehehe πŸ˜€

Thanks for reading guys…

Yuk diisi kolom komentarnya… πŸ™‚

Bonusnya foto ini aja ya… hehehe, ga nemu SPG soalnya πŸ˜€

13782148_10154394844448139_7016482724446080522_n

 

Share Button

24 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *