Ini Baru Peturing Sejati: Tanpa Sponsor, Bukittinggi – Timor Leste, Sendirian Pakai Motor Scorpio!

88e323d328571f31b73c374a41b6cdb9

Hingar-bingar touring dengan puluhan bahkan ratusan kali publikasi, dihiasi dengan sponsor-sponsor ternama, menggunakan sepeda motor keren nan mahal, ketempat-tempat eksotis… motor di towing dan bikersnya naik pesawat sampai disuatu titik. Apakah touring harus seperti itu? mungkin kebanyakan yang muncul dipermukaan begitu, namun sejatinya touring enggak begitu kok guys, saya bawakan sebuah cerita dari sobat yang baru saja selesai dari touring jauhnya yakni Bukittinggi – Timor Leste seorang diri, tanpa sponsor dan hanya menggunakan Yamaha Scorpio yang harganya enggak lebih dari 15juta. Gimana cerita lengkapnya? yuk luangkan waktunya untuk disimak guys…

unnamed (4)Beliau adalah bro Ronni Siswanto, beliau sengaja melakukan perjalanan jauh seorang diri dimulai dari Bukittinggi Sumatera Barat, hanya bermodalkan sepeda motor Yamaha Scorpio yang harganya enggak sampai 15juta dan biaya akomodasi sebesar 9juta bro Ronni berhasil sampai di Timor Leste.  Sejatinya bro Ronni adalah biker biasa seperti kita-kita ini guys, hanya saja beliau memiliki tekad yang besar dan itu lah salah satu faktor yang membuatnya sukses melakukan perjalan yang sangat jauh tersebut.

unnamed (3)Perjalanan panjang ini enggak serta merta berjalan mulus, bro Ronni juga sempat merasakan dilema, ragu, cemas.. namun itu semua enggak menyurutkan tekad beliau, dan semua tantangan itu terjawab dengan sendirinya seiiring berputarnya roda, yups… semua keraguan sirna dengan adanya “harapan”. Setiap hari dan setiap waktu bro Ronni selalu berharap sesuatu yang baik, bertemu dengan orang yang baik, lingkungan yang baik, dan hal baik lainnya.

unnamed (2)Sepanjang perjalanan bro Ronni selalu berusaha untuk menghindari komunitas atau klub sepeda motor dilokasi setempat, bukan tanpa sebab.. karena dengan demikian bro Ronni dapat lebih fokus untuk melewati perjalanan ini dengan seorang diri, dan bahkan beliau lebih tertarik dengan warga lokal yang enggak menggeluti hobi yang sama, sering kali beliau menginap dipemukiman warga setempat agar lebih menyatu dengan lingkungan.

unnamed

Bro Ronni sedang berjuang untuk sampai ke Desa Wairebo

Ada kisah yang sangat menegangkan ketika bro Ronni sedang berjuang untuk sampai di desa Wairebo, kala itu beliau sedang sakit dan sempat hilang kontrol.. yups.. fisik sudah sangat-sangat terkuras. Ternyata waktu itu juga bro Ronni sempat hilang kontak selama 30 jam lebih dengan keluarga dan teman-temannya, mereka semua sangat mencemaskan keberadaan bro Ronni. Setelah melewati perjuangan yang begitu keras akhirnya bro Ronni Sampai ditempat tujuan, hal yang paling keren beliau merupakan orang (tamu) pertama yang berhasil datang ke desa Wairebo pada malam hari, penduduk setempat sampai geleng-geleng kepala dibuatnya 😀 .

unnamed (1)Ketika saya tanyakan kepada bro Ronni tentang tujuan dari touring tersebut, saya sangat salut dengan jawab singkat dan jelas dari beliau, “saya hanya ingin belajar dari hobi, belajar untuk lebih baik dalam segala hal, karena diperjalanan sering kali hal-hal yang enggak terduga mengajarkan saya, terlebih saya sering sekali melakukan perjalanan seorang diri. Jadi mungkin dengan melakukan perjalanan seorang diri maka kekhawatiran lebih terasa bahkan sampai hal-hal sepele.Tapi dengan demikian saya lebih sadar bahwasanya ada Zat Yang Maha Menguasai dan Maha Mengetahui Segalanya” begitu ujar beliau.

unnamed (5)

Pertanyaan selanjutnya… apa sih yang didapatkan setelah melalui sekian jauh perjalanan dan menghabiskan uang sebesar 9 juta rupiah? siap-siap denger jawabannya ya guys, kalian akan tercengang 😀 “Waaaaaah, banyak sekali bro Triaz… mulai dari hal sepele seperti cara mengatur pakaian saat touring jauh, enggak hanya motornya saja yang difikirin dan juga bagaimana cara untuk bertahan dan selalu dalam keadaan waras. Selain itu saya dapat semakin menguatkan keyakinan saya, saya dapat merasakan betapa kayanya keberagaman budaya, tata bahasa dan sosial masyarakat. 9 juta? well, Bagi saya biaya bukanlah segalanya dan motor hanyalah penunjang hobi saya. Sedangkan yang paling utama adalah.. bagaimana saya mencari ilmu dan menyerapnya dengan senang hati, nah.. hobi adalah salah satunya hal yang menyenangkan hati. Maka dari sana saya mungkin dapat lebih mudah belajar, karena saya banyak keterbatasan.”

Foto Credit: Google

Foto Credit: Google

Nah ini pertanyaan pamungkas dan paling penting nih guys… sebagai seorang muslim yang sudah baligh (sudah mencapai kedewasaan) dan berakal sehat tentu bro Ronni punya kewajiban untuk melaksanakan ibadah shalat wajib 5 waktu sehari, nah.. sepanjang perjalanan apakah sempat mengalami kendala? simak jawaban polos dari beliau… “Pasti ada kendala bro, apalagi wilayah Indonesia bagian Timur.. agak kesulitan untuk mencari tempat ibadah, dan malah saya banyak “berjodoh” dengan orang yang berbeda keyakinan dengan saya, mulai dari Jakarta Sampai Dengan Timor Leste.. tetapi entaah bagaimana justru itu lebih menguatkan saya”. Yups.. jangan sampai hobi kita justru malah menjauhkan kita dengan Allah Subḥānahu wa ta’alā, melalaikan kewajiban kita sebagai seorang hamba. Bahkan ditambahkan oleh bro Ronni seharusnya dengan perjalanan tersebut lebih membuat kita semakin bersyukur dan dekat dengan Nya.

Foto Credit: Google. "Bule Mudik Ke Belanda Naik Supra"

Foto Credit: Google. “Bule Mudik Ke Belanda Naik Supra”

Yuk guys touring… Stop khawatir dengan gengsi motor apa yang kita punya, segera pergi keluar… kenali alam, diri sendiri dan Allah Subḥānahu wa ta’alā Yang Maha Besar.

Tuh lihat foto diatas, bule aja ke Belanda naik Supra!

Thanks for reading yah guys… 😉

 

Share Button

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *