Merasa Keberatan Dengan Larangan Sepeda Motor Melintasi Jalan Sudirman – Kuningan Oktober 2017? Yuk Ikut Tanda Tangani Petisi Berikut Ini!

c775df05-93cc-472c-a94c-4d17e21efa69_169

Belakangan ini sedang kencang-kencangnya pembicaraan di media sosial soal akan adanya pelarangan sepeda motor melintasi dua jalan protokol yakni Sudirman – Kuningan, yang akan mulai diterapkan pada tanggal 11 Oktober 2017. Nah sebagai pengguna sepeda motor saya merasa kecewa dengan adanya pelarangan ini. Adapun dasar dari kebijakan ini saya kutip dari artikel berita inilah.com “Pertimbangan karena banyak konstruksi yang dikerjakan. Kita harus mengurai kepadatan,” ujar bapak Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan. Apakah maksudnya ini hanya sebatas aturan sementara sampai pembagunannya selesai? hehehe.. entah lah.

Nah mumpung belum berlaku kebijakan tersebut yuk guys, sama-sama kita tanda tangani petisi penolakan pelarangan sepeda motor melintasi ruas jalan protokol Sudirman – Kuningan, yang dibuat oleh om Leopold Sudaryono, SH, LLM. Beliau seorang bikers tulen, blogger senior dan juga sekaligus orang yang memiliki background kuat dibidang hukum.

Bagi teman-teman yang merasa berkeberatan dengan adanya kebijakan tersebut, teman-teman bisa ikut menandatangani petisi berikut ini:

Tolak Pelarangan Motor di Sudirman-Kuningan Oktober 2017

 

YiMpsnWDgOVHzrr-800x450-noPad

Pengajuan keberatan ini akan didampingi oleh YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum), Bagi komunitas motor yang ingin bergabung  bisa hubungi:

Whatsap +628111834881 (Leopold).

Adapun bagi teman-teman yang ingin membaca terlebih dahulu isi petisi tersebut, bisa disimak tulisan dibawah ini ya.. saya copy-paste…

Pemda DKI mulai tanggal 11 Oktober 2017 melarang sepeda motor melintasi dua jalan protokol: Sudirman-Kuningan. Dengan tujuan untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan penggunaan kendaraan umum.

Kebijakan ini tidak berdasarkan kajian akademis yang dibagikan kepada publik. Setiap hari faktanya pada jalur cepat Sudirman mengarah ke HI maupun jalan Tol yang tak bisa dilalui motor pun kondisinya macet parah.

Selain itu, Pemda DKI tidak secara akademis melihat dampak ekonomi dari pelarangan yang akan sangat signifikan terhadap pengendara motor. Khususnya:

  1. Yang mengandalkan motor untuk bekerja ataupun melintas di wilayah ini.
  2. Bagi pekerja jasa angkutan orang (ojek) maupun angkutan barang/dokumen (kurir)
  3. Kelompok masyarakat ataupun sektor ekonomi yang mengandalkan pekerja pada point 2 di atas.

Pemda DKI dalam kebijakan pelarangan mengenyampingkan kepentingan lebih dari 73% pembayar PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) di DKI yang justru adalah pengguna sepeda motor.

Mengapa mobil juga tidak dilarang, atau setidaknya dibuat pelarangan bergantian hari antara mobil dan motor untuk melihat mana yang menjadi sumber kemacetan?

Berdasarkan penjelasan diatas maka kami meminta Pemda DKI untuk menghentikan kebijakan pelarangan ini dengan alasan-alasan sebagai berikut:

  1. Kebijakan pelarangan sepeda motor di ruas Jalan Sudirman- Kuningan. Ini menyangkut hajat hidup masyarakat pengguna motor.
  2. Ketiadaan ruas alternatif yang paralel dan memadai akan menyebabkan waktu dan biaya yang dikeluarkan pengguna motor menjadi tinggi (high cost).
  3. Tidak ada kajian mendalam terkait dengan Perda/Pergub yang didasarkan pada naskah akademik.
  4. Kebijakan ini tidak melalui proses konsultasi publik dimana dokumen studi bisa diakses dan dipelajari publik.
Share Button

4 comments

  • Dinos

    Saya keberatan karena biasanya dari rumah dengan sepeda motor 30-45 menit tapi menggunakan bus bisa 1.5 jam karena saya harus jalan dan putar rute apabila menggunakan transportasi umum

  • klikenter

    JAKARTA BUKAN KEPUNYAAN ORANG BERMOBIL DOANK, INGAT,,, PENDAPATAN PKB SECARA KUMULATIF MOTOR TIDAK SEDIKIT, BAHKAN LEBIH BESAR DARIPADA MOBIL, JANGAN SAMPAI IBARAT KUCING (KECIL : MOTOR) SELALU YANG HARUS BERI MAKAN ANJ**G (BESAR : MOBIL)…

  • lukman hakim

    Sangat merugikan masyarakat kecil
    Sumber kemacatan bukan motor bpk
    mentri..tp kendaraan roda empat silahkan buktikan di lapangan..
    jgn cari kambing hitam doong?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *