Dengan Teknologi Yamaha Riding Analyzer, Motor Ini Bisa Analisa Skill Pembalap!

Yamaha R25 Teknologi Yamaha Riding Analyzer

Setiap ada ajang balap Yamaha Sunday Race, ada yang spesial di paddock Yamaha Racing Indonesia. Di paddock tersebut berjejer beberapa unit sepeda motor Yamaha R25 yang keliatannya sih masih standar. Tapi jika diperhatikan lebih detil lagi, ternyata ada sebuah teknologi canggih yang dibenamkan di Yamaha R25 itu. Teknologi tersebut bernama Yamaha Riding Analyzer.

Suka melihat balap MotoGP? tentu tau kan ya, pada layar televisi sering kali ditampilkan gambar tentang kecepatan motornya. Kemudian juga sudut kemiringannya ketika menikung, kapan pembalap mengerem motornya, dan sebagainya. Nah begitu pula data yang bisa dihasilkan oleh teknologi Yamaha Riding Analyzer yang terpasang di Yamaha R25.

Sensor-Sensor Pada Yamaha Riding Analyzer

Teknologi Yamaha Riding Analyzer terdiri dari berbagaimana bagian-bagian dan sensor nih guys, kira-kira ada 6 bagian yang terlihat diantaranya:

Control Box

Yamaha Riding Analyzer Control Box

Alat ini sangat mudah dan menarik perhatian banget ketika kita melihat Yamaha R25 yang sudah terpasang teknologi Yamaha Riding Analyzer. Disitu terdapat tiga tombol kontrol yakni start/stop, yang ditengah saya kurang tau dan terakhir mark. Setelah mesin dihidupkan pastikan sudah menekang tombol start agar data mulai dikumpulkan. Setelah selesai riding dilintasan pun jangan lupa untuk menekan tombol stop.

Modul Yamaha Riding Analyzer

Yamaha Riding Analyzer Modul

Ini merupakan bagian terpenting dari semua bagian yang ada pada teknologi Yamaha Riding Analyzer. Kalau boleh saya bilang, modul ini merupakan otak dari kecerdasan teknologi ini. Dari seluruh data yang dihasilkan oleh masing-masing sensor kemudian akan dikumpulkan dan diolah oleh modul ini guys. Wah canggih banget ya!

GPS Unit

GPS di Yamaha Riding Analyzer

Nah ini juga merupakan salah satu bagian penting dari teknologi Yamaha Riding Analyzer, adalah GPS nih guys. Bagian ini nampaknya berfungsi sebagai penentu titik lokasi sepeda motor diatas lintasan. Sehingga kita bisa tau bahwa motor ini sedang berada pada tikungan keberapa misalnya. Selain itu juga nampaknya disini juga dibenamkan sensor gyroscope, sehingga bisa mengetahui tingkat kemiringan motor ketika menikung.

Sensor Rem Depan Yamaha Riding Analyzer

Sensor Rem Depan di Yamaha Riding Analyzer

Sensor ini berada persis didekat master rem depan. Tepatnya berada pada bagian niple selang rem bagian atas. FYI sensor ini berfungsi untuk mencatat data penggunaan rem depan ketika motor dikendarai oleh pembalap.

Sensor Suspensi Depan Yamaha Riding Analyzer

Sensor Suspensi Depan di Yamaha Riding Analyzer

Sensor pada teknologi Yamaha Riding Analyzer ini berfunsi untuk mengetahui tingkat kinerja suspensi depan. Ketika kita hendak melakukan pengereman depan, tentu suspensi depan akan masuk kedalam kan ya, kemudia kembali normal.

Sensor Rem Relakang Yamaha Riding Analyzer

Sensor Rem Belakang di Yamaha Riding Analyzer

Sama seperti sensor rem depan, sensor ini juga berfungsi untuk mengetahui tingkat penggunaan rem belakang. Tentunya ketika motor sedang dipacu diatas lintasan oleh pembalap.

Ban IRC di R25 Yamaha Riding Analyzer

Berdasarkan pengalaman saya sendiri yang sudah pernah merasakan. Teknologi canggih ini sangat bermanfaat sekali untuk mengetahui pada bagian mana saja yang harus diperbaiki. Apakah membalap terlalu cepat mengerem sebelum memasuki tikungan, nikung kurang miring. Atau juga masih kurang berani buka gas dalam-dalam, atau terlalu sering menggunakan rem belakang.

Satu hal yang juga enggak kalah keren, ketika saya jajal di Sirkuit Sentul Besar. Motor ini begitu nurut banget geber ditrek lurus dan pede ketika melibas tikungan-tikungan yang ada. Ternyata motor ini menggunakan ban dari pabrkan ternama di Indonesia yakni IRC Tire, wah….. jadi pengen geber lagi nih..  😉

Baca juga:

Test Ride Yamaha Aerox 155 di Aspal Berpasir!

MotoGP Argentina 2018 Kembali Menjadi Ajang Duel Valentino Rossi VS Marc Marquez!

Thanks to Yamaha Racing Indonesia

Yuk bagikan artikel ini...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *