Mau Beli Motor? Jangan Cuma Lihat Banyaknya Dealer, Cek Juga Pelayanan After-Salesnya!

Bisa membeli sepeda motor idaman merupakan satu moment yang sangat membahagiakan, dengan sepeda motor impian tersebut berangkat kerja jadi lebih menyenangkan, touring jadi lebih enjoy, dan jalan-jalan bersama istri jadi lebih enak. Namun ternyata membeli sepeda motor tersebut “hanya” sebuah langkah awal kita menjalin hubungan panjang dengan ATPM sepeda motor tersebut.

Yups… selagi sepeda motor masih bertengger digarasi rumah, itu artinya kita akan terus menjalin hubungan dengan ATPM sepeda motor tersebut guys, atau lebih enak bisa kita sebut pelayanan “after-sales”. Agar nantinya enggak berujung kekecewaan yang mendalam, pastikan kita memilih ATPM yang memiliki jaringan layanan after-sales yang baik.

5205620_980x389

Beberapa hal yang termasuk didalam after-sales diantaranya seperti garansi, jaminan, layanan service, ketersediaan sparepart dan aksesoris. Nah jangan sampai kecele guys, ternyata banyaknya dealer yang tersebar dipenjuru daerah belum tentu menjamin dapat memberikan pelayanan after-sales yang baik.

Depositphotos_23582709_m-2015-760x400

Dalam hal garansi contohnya, selagi masih dalam masa cover garansi dan enggak melanggar ketentuan-ketentuan dari ATPM tersebut (biasanya enggak boleh ada modifikasi kelistrikan dan mesin, kemudian kerusakan bukan karena kelalaian pengguna atau bencana alam), apabila sepeda motor tersebut mengalami kerusakan maka ATPM akan memperbaiki kerusakan tersebut tanpa memungut biaya sepeserpun kepada konsumennya.

Kemudian ATPM yang baik dan bertanggung-jawab itu enggak pernah ragu untuk menarik produknya yang sudah terjual dipasaran, demi menjaga keselamatan, keamanan dan kepuasan pelanggannya. Atau biasanya disebut dengan istilah “RECALL”. Mirisnya recall masih dianggap tabu oleh sebagian besar orang-orang di Idonesia khususnya konsumen produk otomotif, produk yang di-recall acap kali dianggap sebagai produk cacat. Padahal recall merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab ATPM terhadap produk yang mereka jual, meski produk tersebut sudah sampai ditangan konsumen. Lain hal dengan kondisi diluar negeri sana, recall begitu diapresiasi banget oleh para konsumen otomotif. Wajar saja sih, karena konsumen disana rata-rata sudah melek otomotif.

Recall-Button

Padahal jika recall dilakukan oleh ATPM maka konsumen yang untung, meski enggak mengalami kerusakan… produk yang masuk dalam ruang lingkup recall akan tetap dilakukan penggantian part yang diperlukan, dan tentunya konsumen enggak keluar biaya loh. Satu-satunya contoh recall yang pernah terjadi dalam dunia otomotif roda dua di Indonesia yakni yang pernah dilakukan Yamaha Indonesia, dimana waktu itu  Yamaha Indonesia me-recall Yamaha R25 dan MT25. Dimana dalam proses recall tersebut enggak hanya dilakukan penggantian parts loh guys, Yamaha Indonesia juga memberikan secara cuma-cuma oli Yamalube Supersport sebanyak 2 liter. Coba bayangin deh misalkan ada ATPM yang berlaku sebaliknya, memanfaatkan stigma negatif recall.. dimana produk yang enggak direcall merupakan produk yang enggak cacat alias sempurna, padahal dilapangan bisa jadi sudah banyak temuan beberapa kejadian serius yang harus ditangani oleh ATPM tersebut…. yang rugi siapa kalau sudah begini?

Large-a688b18d-bc27-4cc0-9f02-fe6c098e86f7

Dari sisi layanan jaringan service juga cukup penting guys, selain lokasi service yang mudah dijangkau oleh kita.. pastikan pelayanannya juga baik. Enak banget kan kalau kita service dibengkel resmi kemudian dilayani oleh teknisi yang komunikatif. Kita bisa bertanya, berdiskusi, atau konsultasi seputar sepeda motor kesayangan kita. Enggak cuma  dateng, antri, duduk, terus pulang hehehe..

Suzuki-Genuine-Parts_1

Nah yang terakhir ini penting banget guys, yups apalagi kalau bukan ketersediaan sparepart. Usahakan nantinya sepeda motor yang akan kita beli tersedia sparepart fasft movingnya (Seperti kanvas rem, gear set, dan lain-lain), untuk parts slow moving (seperti body, velg, rangka, dll) pun kalau harus indent, mesti jelas berapa lama waktu indent-nya.  Kan enggak lucu banget punya motor terus ada kendala, nah pas mau beli sparepart harus indent, eh.. sudah mau indent pun enggak jelas kapan datangnya itu sparepart hehehe… jangan sampai deh ya kita ngalamin yang seperti itu. Ada baiknya sebelum membeli bisa tanyakan terlebih dahulu kepada kawan-kawan yang lain bagaimana pengalamannya memelihara sepeda motor merek tersebut, apakah sparepartnya mudah didapatkan.. atau jangan-jangan cuma jualan motornya aja yang banyak tapi sparepartnya langka?

Yuk bagikan artikel ini...

2 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *