Mau Bikin Motor Retro Tapi Ga Punya Waktu? Beli Kawasaki W175 Aja Bro!

bikin motor retro

Sejak beberapa tahun kebelakang para penyuka sepeda motor berjenis retro memang sudah ada, bahkan boleh dibilang cukup banyak. Waktu itu belum ada pabrikan yang memproduksi sepeda motor berjenis retno, makanya banyak tuh yang bikin motor retro sendiri. Ada beberapa “bahan” sepeda motor yang umumnya digunakan untuk bikin motor retro. Sebut saja Honda CB100, Kawasaki Binter, dll.

Namun seiring berjalannya waktu kian kesini harga “bahan” untuk bikin motor retro semakin mahal. Sebut saja Honda CB100 tahun 70an yang kini sudah menyentuh angka 8jutaan sampai 20jutaan rupiah tergantung kondisi. Atau Kawasaki Binter yang sudah merangkak naik diangka 17juta sampai 25juta rupiah.

Bikin Motor Retro Butuh Waktu Luang Lebih Banyak

Enggak mau menyerah dengan keadaan, kini “bahan” untuk bikin motor retro beralih kebeberapa tipe sepeda motor lainnya. Masih seputar sepeda motor batangan bekas, namun dijual dengan harga yang murah. Seperti Suzuki Thunder 125 yang masih bisa ditebus dengan uang 4jutaan rupiah, atau Honda Megapro yang bisa ditebus dengan yang 6jutaan rupiah.

Meski biaya bikin motor retro kembali menjadi lebih terjangkau, tetap enggak semua orang bisa membuatnya. Salah satu hambatan yakni enggak punya waktu luang yang cukup untuk bikin motor retro. Walaupun pengerjaannya dilakukan ditempat spesialis custom, tetap membutuhkan waktu untuk terus memantau proses pengerjaannya.

Beruntung kini Kawasaki sudah menjual sepeda motor berjenis retro dengan harga terjangkau. Setidaknya ada 2 tipe nih guys diantaranya Kawasaki W175 dan Kawasaki W175 SE. W175 dijual hanya seharga Rp.29.800.000,- dan W175 SE seharga Rp.30.800.000,-.

Spesifikasi Kawasaki W175

FRAME
Suspensi Depan 30 mm telescopic fork
Suspensi Belakang. Swingarm, dual shock absorbers with spring preload adjustability
Rem Depan Single 220 mm disc
Rem Belakang. Drum, 110 mm
Ban Depan 80/100-17M/C 46P
Ban Belakang. 100/90-17M/C 55P
Panjang x Lebar x Tinggi 1,930 x 765 x 1.030 mm
Jarak Poros Roda. 1,275 mm
Jarak ke Tanah 165 mm
Berat. 126 kg
Kapasitas Bensin 13.5 litres
ENGINE
Tipe. 4-stroke, SOHC, 1 cyl, air-cooled
Maksimum Power 9.6 kW {13 PS} / 7,500 rpm
Torsi Maksimum. 13.2 Nm {1.3 kgm} / 6,000 rpm
Diameter x Langkah 65.5 x 52.4 mm
Volume Silinder. 177 cc
Sistem Bahan Bakar Carburettor Mikuni VM24
Sistem Pengapian. DC-CDI
Perbandingan Kompresi 9.1:1
DRIVETRAIN
Jumlah Transmisi 5-speed, return
Primary Reduction Ratio. 3.667 (77/21)
Final Reduction Ratio 2.333 (35/15)
Kopling Wet, multi-disc

Hanya dijual seharga 29-30jutaan saja buyer sudah terima bersih tuh guys, motor ganteng tinggal pakai. Enggak perlu repot-repot bikin motor retro. Mikirin pakai tangki apa yang bagus, lampu bagaimana yang cocok dan kombinasi warna apa yang masuk.

Ban Kawasaki W175 Sesuai Konsep Desain Retro

Bukan hanya itu guys, Kawasaki W175 ini juga sudah menggunakan ban buatan IRC Tire yakni tipe NF25 pada bagian depan dan NR25 pada bagian belakang. Keduanya memiliki desain kembangan yang cocok banget dengan konsep retro yang diusung oleh Kawasaki W175. Bukan cuma enak dilihat saja, namun dari sisi fungsi ban ini cocok untuk segala kondisi cuaca. Selain itu kembangan ban ini juga berguna untuk mengatur pembuangan air yang sempuran dan efektif dari segi pengereman.

Well, dengan uang segitu (29-30jutaan rupiah) sudah dapat motor retro dalam bentuk utuh, bonus helm dan jacket dealer pula tuh biasanya guys hehehe.. Bayangin deh kalau mesti bikin motor retro sendiri, harganya masih agak abu-abu. Setelah selesai jika ditotal-total kadang bisa pas, lebih murah atau bahkan jauh lebih mahal dari perkiraan awal.

Baca juga artikel menarik lainnya berikut ini guys…..

Juarai WSSP300 Ceko, Valentino Rossi Bangga Dengan Pembalap Indonesia

Enggak Ada Lawan, Mestinya SIS Pede Jual Suzuki Intruder 150 di Indonesia!

Ngeri! Ini Video Penampakan Shock PCX 150 Bengkok Dipakai Boncengan!

Yuk bagikan artikel ini...

One comment

  • Comax

    Roda kurang proporsional sama bodi. Pada kesulitan pasang plat nopol depan. Kurang terantisipasi oleh designernya mungkin. Sejak digambar kasar/doodling 2 dimensi, kudu sdh dimasukin/digambar sekalian tuh plat nopol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *